Sabtu, 17 Maret 2012

Percakapan Sang Ksatria

Ini sungguh-sungguh sebuah kutipan yang lucu bukan?
"Kesimpulan, adalah saat istirahat setelah kita lelah berdebat."
Maaf, saya sudah lupa berapa kali kesimpulan yang telah kita buat ulang, menyusun nya agar menjadi sesuatu yang terlihat lebih indah dari sebelumnya?
Kalimat itu, kalimat dimana Sembunyikan-setelah yang baru kita temukan, dan mungkin di dalam ingatan ku saja yang terkunci dan sengaja membuang kunci nya. Barangkali.


Sesungguhnya, kita adalah sesuatu yang membuat mahluk tuhan yang tak bernafsu itu tersenyum pada saat awal kita menjalin sayang. Yah, terkadang kita memaksa mereka untuk membuka lebar mulut mereka untuk sesuatu yang menyenangkan kita, sama seperti saat dimana kita memaksa mereka sebagai mahluk pertama yang menangis di saat pertengkaran kecil kita. 
"Dan, pernah mereka yang bersayap beralaskan sayap dan keindahan membisikan sesuatu itu ditelinga ku."
mereka berbisik:
"Sesungguhnya rasa iri kami (malaikat) muncul seketika saat melihat kalian bersama bergandengan tangan dan mengucap cinta"
dan sampai saat malaikat itu berusaha melepaskan genggaman kita dan kata cinta dari kita, mereka iri akan hal ini.. mereka berusaha memisahkan kita, entah rasa itu timbul begitu saja. mereka berjanji akan memisahkan kita, dan itu menyedihkan. kedengaran nya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Kita. 
Berapa kali jadi saya harus mengatakan kita?
Bahkan terkadang saya menemukan saat dimana "Kita" hanyalah sebuah kata, bukan kata yang indah dan bukan kata yang memiliki makna yang baik saat semua harus bergegas melewati ambang batas waktu, sama halnya seperti waktu disaat satu malaikat berwajah nan rupa menerima tiupan dari angin yang mendesing begitu kencang ke telinga nya, bahkan untuk hal ini malaikat pernah mencintai saya dengan begitu indahnya.


dan sampai akhirnya kata itu terdengar...
"shh...wuuiiisshh...."
"Apa itu! aku mendengar sesuatu yang sangat mencekam disini, bulu roma ku berdiri.. 
Ya Tuhan, jika ini adalah hal buruk jangan katakan padaku, mungkin aku dapat mati berdiri saat seseorang itu datang dan mengatakan nya. Oh, Bahkan aku tak dapat menggerak jemari ku"


(namun takdir berkata lain, sesuatu itu datang.. samar-samar lalu kemudian tampak jelas, semakin jelas, semakin jelas dan sampai malaikat membisikan kata itu lagi)


"cahaya, cahaya..! cahaya itu datang, siapa disana?! hei aku tak suka permainan ini, aku tak ingin berpisah dengan nya ayolah..." saya bergetar jemari ku membiru, muka ku pucat. dia berada dalam keadaaan yang tidak meng-enak-kan.


" SAYANG! KAMU DISANA SAJA!! KAMU CARI JALAN KELUAR, DIA INGIN BERBUAT TIDAK BAIK KEPADA KITA.. LARILAH, BIAR AKU TANGANI INI !!! "


(namun, dia hanya diam sementara seseorang telah merelakan hidup untuk nya dia berdiri seolah terpaku akan ketakjuban dan kepasrahan)
"Aku belum pernah merasa hebat saat aku memperjuangkan cintaku"
(dan, itu adalah kalimat terakhir yang diucapkan nya setelah pertempuran dahsyat nya melawan emosi, dendam, cemburu, dan kesedihan. Dia kalah, ya, seseorang ksatria itu telah membuat diri nya terbunuh oleh mereka saat dia melihat sang malaikat, disana, dipojokan itu saat mahluk bersayap itu membuat ksatria hilang tujuan untuk mempertahankan)


-fin-


2 ocehan:

outbound malang mengatakan...

kunjungan gan .,.
Belajarlah untuk bisa menerima sesuatu yang baru.,.
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

Adam firliansyah mengatakan...

yoi, thanks gan ;)

Poskan Komentar

ShareThis