Sabtu, 10 Maret 2012

Drama Semalam

Kepada Denada, penuntun kata kata indah yang menetas di jemari.

"Hai"

ingat saat pertama aku mengucapkan kata ini? dari suaraku langsung ke desingkan langsung ketelinga mu..
Tepatnya 8 Desember tahun lalu, bukan pertama aku mengatakan secara langsung kepadamu namun aku pernah menyurat kan mu kata itu melalui tulisan ku.
sebelum aku melempar langsung ke telinga mu.
Ah, kamu pasti ingat hal ini, kamu kan orang nya pengingat semoga kamu tak melupakan hal yang sulit dilupakan. Sebelumnya aku ingin mengulang ingatan dahulu, saat kita berjumpa dan ditemukan dalam bait-bait kata. Tepatnya 2011 lalu, kalau ingatan ku sedang benar dan tidak diracaukan oleh mu. tidak, maksudku aku orang yang pelupa, aku bukan orang yang bisa mengingat hari sepertimu, aku adalah pengingat moment dan menyimpan nya di laci kepalaku.

Saat itu, dalam suasana jenuh setelah aku membanting tulang untuk duk apat menghidupi keseharian ku, entah tanpa sengaja atau dipersengaja oleh malaikat untuk mempertemukan ku padamu sang penghuni jiwaku. [ @denada_putri (im nothing with all of you) ] begitulah akun twitter yang tak sengaja mempertemukan ku denganmu bukan di suatu tempat ruang dan waktu, melainkan di timeline suatu hal indah ketika aku melihatmu.

"oh, tuhan.. jadi beginikah rupa bidadari itu? dia tak seperti dicerita-cerita jaman dahulu dia tak mempunyai sayap, kurasa dia menyembunyikan nya" aku bergumam.

dan seketika, seperti udara malam yang menusuk dingin perasaan ini membuatku senang.
"bisakah aku menjadi seorang dalam cerita dongeng yang mencuri selendang bidadari dan hidup bersama nya?" yah, aku menginginkan mencuri hatimu dan menjadi pendamping mu setidak nya untuk saat ini..
kita tak akan pernah tahu kedepan nya bukan.

Lalu, Kita bertemu disebuah tempat ruang dan waktu sekarang, kita saling bertatapan dalam waktu yang lama kurasa, atau waktu yang melambat seketika saat aku menatapmu?
kita tak pernah tahu.

Kita berbincang-bincang dalam waktu yang singkat..

"oh tuhan, sudah 4 jam aku berada disini bersamamu ! siapa yang memainkan waktu? bukan kah saya baru berbincang-bincang dengan nya 4 menit yang lalu"

"aku harus pulang, orang tua ku akan cemas akan hal ini. " aku dengan kaget nya masih terbawa oleh alur waktu.

"oh, iya.. hati-hati dijalan yah " kalimat mu dan senyum mu itu membuatku benar-benar tak berhati-hati dalam perjalanan pulang.

"oh tuhan, aku mencintainya" aku membenamkan kata itu dalam dasar hatiku, menguburnya dan .. yah tepatnya dia selalu berada dalam hatiku.

Selanjutnya, lingkaran cinta kita rupanya saling membentuk garis, Kita semakin sering berjumpa dan setelahnya lahirlah ribuan kata dari kita berdua, kata-kata indah, guyonan, dan semua hal yang tak kan aku bisa lupa dari kamu. entah itu puisi, rekaman suara, ataupun gambar-gambar indah yang aku toreh pada selembar kertas kepadamu. dari situlah tercipta harapan dan doa bahwa kita akan bersama utuk waktu yang lama.

Bola waktu semakin bergulir, dan kita pernah tenggelam pada rutinitas kita masing-masing aku pernah melupakan mu. dan berharaplah itu adalah ucapan dari mereka yang menorehkan luka di hatimu. bahwa sebenarnya "tiap jam yang berdetik itu sesengguhnya adalah rinduku yang kusampaikan padamu. "


ingat gambar-gambarku dahulu?
aku menggambarnya tanpa ekspresi didalam coretan kertas itu bukan?

aku ingin kamu mengisinya, entah itu dalam bentuk kesenangan, kesedihan, marah, cemburu, dan perasaan bahagia yang membuat coretan gambar kita menemukan kepercayaan dalam suatu hubungan.

dan apabila aku adalah penulis maka aku akan membuat sajak sajak indah, sajak yang kubuat karna adanya dirimu. suatu saat buku-buku ku akan tersusun rapi di rak bukumu.
izinkan aku membawanya selembar, dua lembar atau bahkan beberapa lembaran dan akan menghiasi website ADamnlicious nanti.

Sekali, atau dua kali aku tak akan pernah bosan mengucap rasa terima kasih. Semoga buku ini selesai suatu saat dan akan bisa ada digenggamanmu.

Salam haru,

Aku.



0 ocehan:

Poskan Komentar

ShareThis